Thursday, May 18, 2017

#

Masuk Kapal Selam secara langsung di Monkasel Surabaya




Apa jadinya sebuah kapal selam ada tepat di tengah-tengah kota? Mungkin anda akan terperangah, seperti saat pertama kalinya saya melihat kapal selam asli ada di tengah kota Surabaya. Karena bentuknya yang mencolok, saat perjalanan di Surabaya saya meminta ojek online yang saya naiki untuk berhenti karena saya memutuskan untuk masuk ke dalamnya.

Monumen kapal selam atau populer dengan sebutan Monkasel Surabaya terletak di jalan pemuda, tepat di tepi kali mas. Harga tiket masuknya murah.



Monumen ini merupakan kapal selam asli milik TNI Angkatan Laut, tipe Whiskey Class buatan Uni Soviet tahun 1952. Memiliki nama KRI Pasoepati dengan nomor lambung 410, kapal selam dengan panjang 76,6 meter, lebar 6,30 itu bisa dimasuki wisatawan. Kapal ini ternyata resmi dimiliki Indonesia pada 29 Januari 1962, setelah didatangkan langsung dari Vladivostok, Uni Soviet.

Dalam masa kejayaannya kapal ini bersama 10 kapal selam dengan jenis yang sama berperan penting untuk pembebasan Irian Barat. Tepatnya ia menjalankan operasi Antareja Jaya Wijaya, dalam pembebasan tersebut.

Pemindahan kapal ini ke Surabaya ternyata bukan perkara mudah. KRI Pasopati harus dipotong menjadi 16 bagian dan selanjutnya dibawa ke area Monkasel kemudian dirakit kembali menjadi sebuah monumen.

Monkasel di sisi Sungai Kalimas ini disebut-sebut merupakan Monkasel terbesar di kawasan Asia. Bahkan pengelola wisata dan pemandu dari Turis Information Centre Surabaya, Sultan mengatakan yang memiliki museum kapal selam, kurang dari lima negara di dunia.

Isi  kapal selam

Di monkasel kita bisa masuk ke dalam lambung kapal. Melihat bagian-bagian kapal. Di bagian depan kita masih bisa melihat torpedo yang menjadi senjata utama saat tempur.

Masuk lebih dalam kita akan melihat bagian ruang kapten, tempat tidur nakhoda kapal yang sangat sederhana. Kebagian selanjutnya ada ruang kendali mesin dan bilik hitung balistik.

Setelah melihat isi kapal selam ini, saya menjadi bangga dengan prajurit TNI AL yang pernah bertugas di kapal selam ini, mereka hidup di ruang terbatas untuk mempertahankan kedaulatan bangsa di awal-awal kemerdekaan.

Selain bagian utama kapal selam Pasoepati, di komplek monkasel juga ada ruang film. Di ruang film kita bisa menyaksikan film dokumenter dari perjalanan kapal selam Pasoepati. Pemutaran film ini ada jadwalnya tersendiri.


Nah melihat kapal selam Pasoepati secara langsung dan melihat film dokumenternya saya jadi tahu satu istilah pahlawan baru, yaitu pahlawan tanpa nisan. Gelar pahlawan tanpa nisan ini disematkan kepada para prajurit TNI AL yang gugur di tengah laut.

Overall, monkasel adalah destinasi wisata sejarah yang layak anda kunjungi bersama keluarga saat berkunjung ke kota pahlwana Surabaya.


Salam
Ahmad Yunus

No comments:

Post a Comment

Follow by Email