Wednesday, January 25, 2017

#

Mencium sedapnya aroma bisnis makanan berbahan terigu di Bogasari Expo 2016


Salah satu perjalanan yang saya rencanakan di bulan Desember 2016 ini adalah ingin pergi ke Bogasari Expo 2016 bertempat di Kartika Expo Balai Kartini mulai dari tanggal 16 sampai 18 Desember 2016. Ada banyak kegiatan yang dihelat di acara Bogasari Expo 2016 ini, mulai dari kelas memasak, kelas kewirausahaan, demo masak dengan chef-chef kenamaan seperti Chef Marinka, Chef Degan, Chef Chandra, talkshow bersama Merry Riana, sampai dengan pojok-pojok kuliner berbahan dasar terigu.
Saya sendiri mendaftar online di kelas kewirausahaan boga entrepreneur. Dan berangkat hari sabtu 17 desember yang kebetulan berbarengan dengan nikahan teman kuliah di Bekasi, jadi dari Bekasi saya langsung cabut ke Bogasari Expo. Saya sendiri bukanlah pelaku usaha kuliner berbasis terigu, meski demikian saya tetaplah tercatat sebagai salah satu konsumen Bogasari, distributor by product malah ;-p .
Kelas yang saya pilih packaging material pun di dasari oleh obrolan dahulu kala dengan pak Hasanudin, SE, kolega di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tangerang bahwa kemasan produk ukm di tangerang masih kurang halus. Jadi saya ingin bawa pulang pengetahuan tentang pengemasan produk, siapa tahu bisa diberikan kepada teman-teman ukm yang lain.Di tengah guyuran hujan saya sampai di lokasi. Langsung masuk dan menuju tempat registrasi, karena saya sudah daftar secara online saya hanya perlu daftar ulang. Dikasih gelang dan masuk ke arena expo. Wangi kue dan aneka masakan menyergap hidup, menggugah selera. Sayangnya saya harus menuju kelas boga Entrepreneur, meski sekilas lihat Chef Degan, salah satu juri di acara masak televisi, di panggung utama sedang demo, demo masak maksudnya. Juga melewati beberapa ruang kelas Boga Class, asal bau aneka makanan.
Suasana boga class
Secara umum bagi pelaku usaha kuliner di Bogasari Expo ini anda dapat meningkatkan skill memasak anda dengan mengikuti boga class yang dipandu oleh pelatih dari Bogasari Baking Center. Untuk boga Class ada kelas Mie/jajanan pasar, Roti/pastry, dan Cake/cookies. Untuk mengikuti boga class anda dikenai biaya 50 ribu, tapi sudah dapat materi dan bisa membawa pulang olahan makanan yang anda buat. Anda juga dapat meningkatkan skil kewirausahaan anda, khususnya yang ingin melebarkan sayap usahanya, dengan mengikuti Boga entrepreneur secara gratis. Ada kelas-kelas dengan materi yang mantap den pembicara yang hebat juga. Adapun kelas-kelas di Boga Entrepreneur adalah; pembukuan usaha dengan pemateri BTPN, Online Marketing dengan pembicara Bukalapak, Food Stylist dengan pemateri Chef Yeni Ismayani, Sertifikasi Halal dengan pembicara LPPOM MUI, financial planning dengan pematri dari Bank Mandiri, Branding dengan pemateri Main Ad, Digital Marketing dengan pemateri Ogilvy, Packaging Material dengan pemateri Citra Buana Indotama, Perijinan Merek dengan pamateri Dirjen HKI, Food Photography dengan pemateri Chef Yeni Ismayani, Mesin pengolahan makanan dari Fomac, SDM dari BTPN, hygiene, sanitation, & produk indsutri rumah tangga dengan pemateri Dinas Kesehatan, mobil toko / food truck dari ombi mobil toko, dan product knowledge tepung terigu bogasari dari Bogasari Baking Centre.
Seperti yang sudah saya ceritakan di depan bahwa saya mengikuti kelas packaging material. Di kelas ini saya baru tahu bahwa untuk industry roti kemasan bukan hanya pelastik pembungkus doang, dipaparkan juga klip pengemas roti seperti yang terdapat di roti tawar, berbagai klip pembungkus dan mesin packaging. Sesuatu yang baru bagi saya. Saya jadi teringat buku yang saya beli beberapa bulan lalu di Bandung tentang kemasan produk dan belum dibuka sama sekali :-P, mungkin nanti bisa melengkapi apa yang saya dapat hari itu.
Setelah kelas bubar, saya pun berkeliling sebentar. Melihat ke beberapa stand perusahaan pengemasan produk. Ada Fomac yang memamerkan mesin-mesin pengolahan makanan seperti mixer roti, tempat peraga roti, sampai pengolahan kopi. Saya juga mampir ke stand Kpack, banyak sekali plastic pengemas di standnya. Mulai dari beragam ukuran sampai beragam jenis kegunaan untuk produk tertantu. Selain mampir ke perusahaan penyedia alat pengolahan dan pengamasan makanan, saya juga mampir sebentar ke stand Morin. Baru tahu juga ternyata produk Morin bukan hanya selai dengan kemasan botol yang biasa ditemukan di minimarket, mereka juga menyediakan selai dalam bentuk bag. Food service product selai kemasan bag ini memang tidak dijual bebas di minimarket, tapi di toko penyedia bahan pembuatan roti. Selai berbentuk bag ini biasa digunakan pembuat roti sebagai isi dari roti yang diproduksi oleh pembuat roti. Ada banyak rasa yang ditawarkan mulai dari pasta kaya, selai nanas, selai strawberry, peanut butter, chocolate filling, sampai selai kelapa muda. Dan saya bungkus selai kelapa muda satu. Ini membuka wawasan saya bahwa pabrikan selai juga membuat produk khusus untuk ukm, setahu saya selain Morin ada Mariza Food yang bergerak di industry yang sama.
Saat keliling saya juga berkunjung ke stand LPPOM MUI. Saya bertanya tentang syarat pengajuan sertifikasi halal MUI. Pihak MUI menjelaskan tentang alur proses sertifikasi halal. MUI juga mengatakan bahwa mereka membuka kesempatan konsultasi di Global Halal Centre Building Bogor bagi masyarakat yang ingin tahu lebih lanjut proses sertifikasi halal. Dan berapa biaya untuk pengurusan sertifikasi halal? Jawabannya adalah 2,7 juta, biaya ini belum termasuk akomodasi auditor LPPOM MUI. Biaya akomodasi tidak bisa berbentuk uang yah, kawan. Kalo auditor harus naik pesawat buat ke tempat kamu berarti kamu harus menyediakan tiketnya, dalam bentuk tiket bukan uang. Begitu juga jika auditor terpaksa harus menginap buat audit di lokasi kamu berarti kamu harus menyediakan penginapannya, dalam bentuk voucher atau tiket hotel yah bukan dalam bentuk uang. Setelah dari stand MUI yang bersampingan dengan stand suku Dinas Kesehatan, saya berkeliling ke berbagai stand. Lumayan ada yang menawarkan makanan-makanan gratis meski Cuma satu-satu cup. Makan di salah satu stand ukm dan istirahat sejenak. Kemudian kembali ke kelas boga entrepreneur dengan materi perijinan merek.
Merek adalah suatu tanda tertentu yang dipakai untuk mengidentifikasikan suatu barang atau jasa sebagai mana barang atau jasa tersebut diproduksi atau disediakan oleh orang atau perusahaan tertentu. Merek membantu konsumen untuk mengidentifikasi dan membeli sebuah produk atau jasa berdasarkan karakter dan kualitasnya, yang dapat teridentifikasi dari mereknya yang unik. Begitulah kira-kira pengertian merek yang dipaparkan oleh pembicara dari Dirjen HKI. Di sesi ini dijelaskan juga proses pengajuan permohonan pendaftaran merek. Berapa lama satu merek bisa teregister ® ? satu merek bisa teregister adalah 2 tahun dari waktu permohonan pendaftaran merek diterima Dirjen HKI. Sedangkan biaya yang dikenakan adalah 2,1 atau 2,5 juta (saya lupa pastinya) yang dibayarkan melalui BRI, khusus ukm cukup 600ribu dengan syarat medapatkan surat rekomendasi dari Dinas UKM & koperasi setempat, Disperindag juga bisa. Penting untuk dicatat bahwa sistem pengajuan merek adalah first to file, artinya pendaftar merek pertama yang bisa mendapatkan merek yang didaftarkan jika kemudian hari anda mengajukan merek yang sama dengan merek yang telah didaftarkan dan uang anda lenyap. Karenanya, dirjen HKI membuka layanan pertanyaan merek, apakah suatu merek telah digunakan atau didaftarkan oleh pihak lain sebelum anda.
Akhirnya sekianlah cerita saya kali ini semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Follow by Email