Saturday, February 16, 2019

Memanfaatkan Youtube untuk marketing Online

February 16, 2019 0

Youtube! Siapa sih yang tak kenal dengan youtube, platform berbagi video ini! Berdasarkan data di alexa. Youtube adalah website nomor dua yang paling banyak di kunjungin di dunia setelah google. Berdasarkan situs alexa juga, untuk negera Indonesia, Youtube menduduki peringkat ketiga situs paling banyak dikunjungi setelah Google dan tribunnews.com.

Dengan lebih dari satu miliar pengguna per bulan di seluruh dunia—hampir sepertiga dari jumlah pengguna internet secara keseluruhan—YouTube merupakan salah satu platform online paling populer saat ini. Popularitasnya diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan jumlah pengguna. Bahkan, lembaga riset pasar Statista memprediksi bahwa jumlah penggunanya akan mencapai angka 1,8 miliar orang pada tahun 2021 nanti.

Menurut berita yang dimuat oleh id.techinasia.com, diwartakan bahwa Youtube mulai menggantikan televisi. Dari segi kuantitas penonton, YouTube sudah mulai menyaingi televisi sebagai sarana media yang paling sering diakses orang Indonesia. Dari 1.500 responden yang terlibat dalam penelitian, 53 persen menyatakan mengakses YouTube setiap hari, dan 57 persen menyatakan menonton televisi setiap hari.

Wow bukan?

Nah yang akan saya bahas kali ini adalah bagaimana kita memanfaatkan platform youtube untuk promosi usaha yang kita jalankan. Pengiklan melihat YouTube sebagai wadah untuk menjangkau penonton yang tertarik dengan produk atau layanan mereka. Banyak pengiklan menempatkan iklan di YouTube karena mereka dapat menyampaikan pesannya di hadapan konsumen pada saat-saat penting.
Belakangan ini banyak brand besar yang mulai beriklan di youtube. Sebenarnya pelaku usaha UMKM juga bisa membuat video promosi di Youtube dan tidak perlu bayar. Ingat, Youtube adalah platform berbagi video gratis terbesar di dunia! Yang perlu dilakukan adalah membuat konten iklan dan promosi yang menarik dan dapat ditonton oleh banyak netizen.

Misalnya ISLAMARKET DOT NET sebuah chanel youtube yang mereview produk-produk yang dijualnya secara online. atau situs-situs market place seperti Blibli.com juga memiliki chanel khusus yang mereview produk yang mereka jual. Bukalapak malah sampai punya sesi bukatalks dan bukamusik di chanel youtubenya.

Di cerita ini saya hanya akan membahas pengalaman saya. Pertama saya jualan online bahan baku pakan ternak di situs nusfeed.id. karena ini produk bahan baku, banyak calon konsumen kami yang belum tahu bagaimana bentuk produk yang kami jual. Jadi saya mengupload video yang membahas tentang produk yang kami jual. 

Kami harapkan dengan adanya video tersebut dapat membantu calon konsumen untuk mengenal produk yang kami jual. Di deskripsi video biasanya kami taruh link agar penonton yang berminat bisa langsung mengunjungi situsnya. hasilnya lumayan ada peningkatan yang signifikan jumlah pengunjung situs nusfeed.id yang berasal dari youtube.


Nah selama dua tahun berikut hasil analitiknya;

Sayangnya dulu saya tidak serius membangun chanel khusus untuk nusfeed ini. sehingga banyak video yang tercecer di beberapa chanel. Ke depan saya sudah membuat chanel khusus untuk usaha ini. Lalu untuk jenis video yang saya ungguh adalah produk, tutorial penyususan formulasi pakan, kunjungan ke konsumen dan sebagainya.

Kalo untuk monetasi, itu bonus saja. Karena bagi saya, chanel youtube adalah pengumpan untuk calon pelanggan menuju situs nusfeed.id.

Bagi kamu yang benar-benar ingin serius bisa belajar di akademi youtube bagaimana cara membuat video yang menarik. Oh iya, Menurut Google, makin banyak brand menyadari potensi YouTube untuk menarik konsumen lewat penyampaian pesan yang kreatif. Video iklan tersebut sukses meraih perhatian audiens melalui:

Inovasi baru dalam penyampaian cerita melalui iklan, seperti serial bersambung,

Memanfaatkan momen dan kehidupan sehari-hari pelanggan, seperti hari raya,

Penggunaan sosok selebritas yang terkenal, dan

Eksperimen dengan durasi yang paling efektif untuk menyampaikan pesan.

Jadi bagaimana? Apakah anda tidak mau melihat peluang besar ini!


Read more...

Friday, February 8, 2019

Membuat Iklan GIF untuk Banner Web dan Blog

February 08, 2019 0

Graphics Interchange Format (GIF) merupakan format grafis yang paling sering digunakan untuk keperluan desain website. GIF memiliki kombinasi warna lebih sedikit dibanding JPEG, namun mampu menyimpan grafis dengan latar belakang (background) transparan ataupun dalam bentuk animasi sederhana. Format GIF ini berukuran kecil dan mendukung gambar yang terdiri dari banyak frame sehingga disebut sebagai gambar animasi (gambar bergerak).

Secara tampilan, jika kita buat banner ini akan menarik. Nah kali ini saya buat dengan tampilan yang berbeda. Untuk hasil yang baru ini gambarnya adalah sebagai berikut. 

Hasil dia atas berbeda dengan yang dulu pernah saya buat. Saya dulu pernah membuat iklan GIF untuk situs nusfeed.id yang saya tempatkan diberbagai blog affiliasi.  Dahulu saya menggunakan salah satu aplikasi Android. Buat gambar GIF nya dari Smartphone. Untuk lebih lengkapnya baca di sini (Cara gampang buat iklan gambar bergerak dari hape android ). Ada pun hasil gambarnya adalah sebagai berikut;

Berbeda bukan?

Proses pembuatan untuk gambar GIF terbaru ini cukup ribet. Ada dua aplikasi Online yang digunakan dan aplikasi edit video desktop  yang digunakan.

Pertama animasi. Animasi tampilan di atas saya buat menggunakan situs Animatron. saya membuat dua scane di situs ini. Yaitu yang gambar peternakan dan gambar  nusfeed.id. Sayangnya saya menggunakan versi gratis jadi masih ada mark animatron-nya di video yang dihasilkan.


Kedua Scane yang berbeda itu kemudian disatukan dan dibuat format MP4. Untuk editing video ini saya menggunakan aplikasi AVS. Hasilnya kemudian ditaruh dulu di youtube. Nah hasil videonya sebagai berikut.

Versi MP4 ini masih ada suaranya. Sedangkan yang GIF sudah tidak ada suara. Untuk mengubah projocet yang masih berformat MP4 menjadi GIF saya menggunakan situs https://ezgif.com. Kita unggah videonya lalu atur durasinya. Start di detik keberapa dan stop di detik keberapa. Jika sudah selesai klik tombol biru Convert to GIF!. Hasilnya kita unduh. Nah hasilnya seperti di gambar paling atas. 
 
Oke sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat!


Read more...

Saturday, February 2, 2019

Menyiapkan dana darurat

February 02, 2019 0


Salah satu hal penting dalam pengelolaan keuangan yang sehat adalah kepemilikan dana darurat keluarga. Ironisnya, banyak orang yang tidak terlalu menganggap penting kebutuhan dana darurat, sehingga saat terjadi situasi darurat yang membutuhkan sokongan finansial, kesehatan keuangan mereka langsung goyah. 

Kebutuhan dana darurat sebaiknya bisa Anda persiapkan jauh-jauh hari. Sesuai namanya, dana darurat adalah dana yang perlu dimiliki untuk mengantisipasi berbagai kejadian darurat yang membutuhkan uang.

Nah, ada tiga alasan yang dihimpun halomoney.co.id mengapa dana darurat penting Anda siapkan mulai sekarang. Berikut ini ulasannya. 

1. Antisipasi cicilan

Hampir semua orang kini memiliki tanggungan utang, baik utang jangka pendek atau jangka panjang. Utang kepada lembaga keuangan seperti bank atau utang pada kerabat. Nah, dana darurat akan sangat dibutuhkan sebagai jaring pengaman utama ketika mendadak Anda kehilangan pekerjaan sedangkan beban cicilan utang harus terus dibayarkan.

2. Pengamanan dana sekolah anak

Anggaplah Anda saat ini sudah mempersiapkan kebutuhan dana pendidikan anak ke jenjang yang lengkap dari jauh-jauh hari. Anda mencicil kebutuhan dan pendidikan anak-anak Anda dengan berinvestasi rutin di instrumen keuangan.

Nah, jangan sampai ketika dana pendidikan anak sudah hampir tercapai, lantas gara-gara terkena PHK, nasib sekolah anak menjadi terbengkalai. Dalam kondisi seperti itu, Anda bisa tertolong oleh dana darurat yang sudah disiapkan, sehingga nasib sekolah anak tidak terancam.

3. Kebutuhan dana berobat yang tidak bisa ditunda

Musibah tidak bisa kita prediksi. Begitu juga sakit atau kecelakaan yang bisa saja menimpa seseorang kapan saja tanpa diduga. Nah, bila Anda sejauh ini belum memiliki asuransi jiwa atau kesehatan, atau sudah memiliki asuransi namun sistemnya reimbursement (tidak cashless), dana darurat sangat penting untuk  mengantisipasi kedaruratan akibat sakit atau kecelakaan.

Anda bisa terlebih dulu memakai dana darurat untuk memenuhi kebutuhan tersebut ketimbang langsung berpaling mencari utang. Lebih-lebih, utang dalam waktu singkat biasanya biayanya mahal.

Bagaimana Caranya menyiapkan dana darurat?

Prita Hapsari Ghozie dalam bukunya Make It Happern! Menjadikan dana darurat sebagai salah satu indikasi sehat tidaknya keuangan sebuah keluarga.  Menurut Prita setiap orang wajib punya dana darurat setidaknya 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, kalua tiap bulan perlu 5 juta rupah untuk hidup, maka jumlah dana minimal adalah 15 juta rupiah. Meski demikian, Prita sangat menyarankan kita semua untuk menargetkan 12 kali pengeluaran rutin bulanan, mengingat kondisi ekonomi global yang masih kurang menentu. 

Oke saran berikut mungkin bisa anda jadikan ceklist untuk menyiapkan dana darurat anda.

☐ Sisihkan 5–15% dari penghasilan Anda untuk membuat sarang telur dari gaji 12 bulan untuk menopang Anda jika terjadi kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau sakit.
☐ Dalam hal rejeki tak terduga keuangan (bonus, hadiah, dan sebagainya) sisihkanlah sebesar 50% dari nilai uang tersebut setelah dipotong pajak ke dalam dana darurat Anda.
☐ Jika mungkin, dapatkan asuransi cacat (jangka pendek dan jangka panjang) untuk memberikan penghasilan, jika keadaan terburuk seperti anda menjadi cacat sehingga tidak mampu dan tidak dapat bekerja.
☐ Beli asuransi jiwa berjangka untuk memberikan stabilitas keuangan bagi keluarga Anda jika Anda (atau pasangan) meninggal dunia. Pastikan polis menyediakan cukup untuk mengganti penghasilan Anda atau memberikan tempat tinggal gratis dan jelas untuk keluarga Anda.
☐ Tentukan Surat Kuasa untuk keputusan keuangan Anda dan Kuasa Perawatan Kesehatan untuk keputusan perawatan kesehatan jika terjadi kecelakaan atau penyakit yang melemahkan.


Read more...

Thursday, January 24, 2019

Saya Memilih Tidak beli Kredit

January 24, 2019 0



Hari ini 24 Januari diperingati sebagai gerakan hari anti riba. Salah satu jual beli yang sering dijadikan riba adalah jual beli secara kredit, misalkan kredit kendaraan dan rumah. Tapi kita harus fair bahwa tidak semua jual beli secara kredit jatuhnya adalah riba. Biasanya jual beli kredit yang jatuh kepada riba adalah masalah dan praktik pada akad nya, seperti penerapan dua harga dalam satu transaksi dan sebagainya.


Selain masalah riba, saya memiliki sudut pandang lain kenapa tidak mau beli suatu barang secara kredit. Pertama saya memang mengusahakan tidak ingin berhutang. Sejak tahun 2016 saya tidur dan bangun pagi dengan nyaman karena tidak punya hutang cicilan. Kedua adalah masalah hitungan nilai suatu barang yang dibeli secara cash dengan yang dibayarkan secara kredit, ada selisih harga yang lumayan. Ketiga saya memiliki instrument investasi untuk menaruh uang yang saya sisihkan jika ingin membeli suatu barang namun uangnya belum cukup, yaitu reksadana.

Oke untuk simulasi saya akan memberikan contoh beli motor secara kontan dan kredit. Untuk sebuah motor bebek harga On The Road (OTR) nya  Rp. 15.000.000, nah sekarang kita lihat simulasinya berapa sih yang harus dibayarkan jika kita kredit 3 tahun (36 bulan) dengan Down Payment Rp. 1.500.000 dan angsuran per bulannya adalah Rp. 450.000


Bulan Angsuran per bulan Total Angsuran
1 Rp450.000 0
2 Rp450.000 Rp900.000
3 Rp450.000 Rp1.350.000
4 Rp450.000 Rp1.800.000
5 Rp450.000 Rp2.250.000
6 Rp450.000 Rp2.700.000
7 Rp450.000 Rp3.150.000
8 Rp450.000 Rp3.600.000
9 Rp450.000 Rp4.050.000
10 Rp450.000 Rp4.500.000
11 Rp450.000 Rp4.950.000
12 Rp450.000 Rp5.400.000
13 Rp450.000 Rp5.850.000
14 Rp450.000 Rp6.300.000
15 Rp450.000 Rp6.750.000
16 Rp450.000 Rp7.200.000
17 Rp450.000 Rp7.650.000
18 Rp450.000 Rp8.100.000
19 Rp450.000 Rp8.550.000
20 Rp450.000 Rp9.000.000
21 Rp450.000 Rp9.450.000
22 Rp450.000 Rp9.900.000
23 Rp450.000 Rp10.350.000
24 Rp450.000 Rp10.800.000
25 Rp450.000 Rp11.250.000
26 Rp450.000 Rp11.700.000
27 Rp450.000 Rp12.150.000
28 Rp450.000 Rp12.600.000
29 Rp450.000 Rp13.050.000
30 Rp450.000 Rp13.500.000
31 Rp450.000 Rp13.950.000
32 Rp450.000 Rp14.400.000
33 Rp450.000 Rp14.850.000
34 Rp450.000 Rp15.300.000
35 Rp450.000 Rp15.750.000
36 Rp450.000 Rp16.200.000
Total Rp16.200.000
Total angsuran  Rp16.200.000
DP Rp1.500.000
Total biaya Rp17.700.000

Jadi untuk beli  motor bebek tersebut secara kedit kita mengeluarkan uang total sebesar Rp. 17.700.000. ada selisih Rp. 2.200.000.

Cara lain lewat Reksadana

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bahwa saya menabung uang untuk beli barang di reksadana. Kok simpan ungnya di reksadana bukan di bank? Karena kalo di bank mah berkurang sedangkan di reksadana bisa bertambah, tergantung jenis reksadana mana yang kita pilih. Reksadana ini instrument investasi yang cocok bagi pemula. Saya sendiri beli reksadana di Tokopedia dan Bukalapak.

Oke bagi yang belum tahu reksada bisa lihat di video berikut ini.

Simulasi Reksadana Pasar uang

Nah sekarang kita simulasi dengan reksadana pasar uang. Reksadana tipe ini main aman, uang akan bertambah tapi presentasinya kecil. Cocok buat yang gak mau ambil resiko uang bisa kurang. Nah untuk simulasi ini reksadana yang dipakai adalah Syailendra Dana Kas, reksadana ini bisa dibeli di Tokopedia atau Bareksa. Untuk simulasi ini menggunakan data dari situs bareksa.com.

HASIL INVESTASI ANDA
Periode Simulasi (NAB Tersedia) :01 Januari 2016  to 01 Januari 2019
Total Investasi + Return (3,00 Tahun): Rp. 19.519.469,36 (10,28 %)
Total Investasi: Rp. 17.700.000
Return Investasi: Rp. 1.819.469,36

HASIL INVESTASI Syailendra Dana Kas
TanggalInvestasi
(IDR)
NAB
(IDR)
UnitJumlah UnitTotal Investasi
(IDR)
Total Investasi +
Return (IDR)
Return
(IDR)
Pertumbuhan Investasi (%)
01 Jan 20161.500.0001.042,521.438,82131.438,82131.500.0001.500.000,000,000,00
01 Feb 2016450.0001.048,49429,18861.868,01001.950.0001.958.589,768.589,760,44
01 Mar 2016450.0001.054,81426,61712.294,62712.400.0002.420.395,5920.395,590,85
01 Apr 2016450.0001.061,50423,92842.718,55552.850.0002.885.746,6435.746,641,25
01 Mei 2016450.0001.067,51421,54173.140,09723.300.0003.352.085,1652.085,161,58
01 Jun 2016450.0001.074,59418,76443.558,86163.750.0003.824.317,0574.317,051,98
01 Jul 2016450.0001.080,97416,29283.975,15434.200.0004.297.022,5897.022,582,31
01 Agt 2016450.0001.087,67413,72844.388,88284.650.0004.773.656,12123.656,122,66
01 Sep 2016450.0001.094,40411,18354.800,06635.100.0005.253.201,64153.201,643,00
01 Okt 2016450.0001.100,25408,99875.209,06495.550.0005.731.263,79181.263,793,27
01 Nov 2016450.0001.107,39406,35935.615,42426.000.0006.218.489,33218.489,333,64
01 Des 2016450.0001.113,64404,08116.019,50546.450.0006.703.548,10253.548,103,93
01 Jan 2017450.0001.119,70401,89476.421,40016.900.0007.190.017,88290.017,884,20
01 Feb 2017450.0001.127,26399,19986.820,59987.350.0007.688.556,60338.556,604,61
01 Mar 2017450.0001.133,83396,88587.217,48567.800.0008.183.383,63383.383,634,92
01 Apr 2017450.0001.140,46394,57937.612,06488.250.0008.681.219,68431.219,685,23
01 Mei 2017450.0001.146,79392,39998.004,46478.700.0009.179.434,50479.434,505,51
01 Jun 2017450.0001.154,18389,88728.394,35199.150.0009.688.593,90538.593,905,89
01 Jul 2017450.0001.158,77388,34338.782,69529.600.00010.177.109,70577.109,706,01
01 Agt 2017450.0001.167,44385,45949.168,154610.050.00010.703.253,03653.253,036,50
01 Sep 2017450.0001.173,78383,37789.551,532410.500.00011.211.368,13711.368,136,77
01 Okt 2017450.0001.179,83381,41169.932,944010.950.00011.719.163,50769.163,507,02
01 Nov 2017450.0001.186,86379,152310.312,096311.400.00012.238.997,06838.997,067,36
01 Des 2017450.0001.192,71377,290710.689,387011.850.00012.749.384,70899.384,707,59
01 Jan 2018450.0001.198,44375,488011.064,875012.300.00013.260.593,20960.593,207,81
01 Feb 2018450.0001.205,04373,431011.438,306012.750.00013.783.636,861.033.636,868,11
01 Mar 2018450.0001.210,23371,830411.810,136413.200.00014.292.973,081.092.973,088,28
01 Apr 2018450.0001.215,62370,181412.180,317813.650.00014.806.639,161.156.639,168,47
01 Mei 2018450.0001.221,41368,427912.548,745714.100.00015.327.110,821.227.110,828,70
01 Jun 2018450.0001.226,54366,886212.915,632014.550.00015.841.517,261.291.517,268,88
01 Jul 2018450.0001.231,42365,431013.281,063015.000.00016.354.599,791.354.599,799,03
01 Agt 2018450.0001.237,33363,685713.644,748715.450.00016.883.086,891.433.086,899,28
01 Sep 2018450.0001.242,94362,044514.006,793115.900.00017.409.620,281.509.620,289,49
01 Okt 2018450.0001.247,08360,841914.367,635016.350.00017.917.643,421.567.643,429,59
01 Nov 2018450.0001.253,44359,010814.726,645816.800.00018.459.027,331.659.027,339,88
01 Des 2018450.0001.258,90357,456015.084,101817.250.00018.989.318,481.739.318,4810,08
01 Jan 2019450.0001.264,21355,953615.440,055417.700.00019.519.469,361.819.469,3610,28

Nah dari data di atas, sebenarnya kita bisa berhenti di tanggal 1 Mei 2018, atau 28 bulan sejak investasi karena dana yang sudah terkumpul adalah Rp. 15.327.110,82 hasil dari total investasi sebasar Rp. 14.100.000 dan tambahan keuntungan investasi sebesar Rp.  1.227.110,82.
Namun jika kita konsesisten sampai 3 tahun, maka hasil yang terkumpul Rp. 19.519.469,36

Simulasi Reksadana Pasar Saham.

Untuk simulasi kedua adalah reksadana pasar saham. Reksadana jenis ini cocok   jangkanpanjang 3 sampai 5 tahun. Memiliki range keuntungan yang paling besar juga resiko rugi paling besar. Hasil yang didapat sebanding dengan resiko yang ditanggung. Untuk simulasi ini saya menggunakan reksadana saham Sucorinvest Sharia Equity Fund, rekasadana ini bisa beli lewat Bukapalak.

HASIL INVESTASI ANDA
Periode Simulasi (NAB Tersedia): 01 Januari 2016  to 01 Januari 2019
Total Investasi + Return (3,00 Tahun): Rp. 23.165.840,76 (30,88 %)
Total Investasi: Rp. 17.700.000
Return Investasi: Rp. 5.465.840,76

HASIL INVESTASI Sucorinvest Sharia Equity Fund
TanggalInvestasi
(IDR)
NAB
(IDR)
UnitJumlah UnitTotal Investasi
(IDR)
Total Investasi +
Return (IDR)
Return
(IDR)
Pertumbuhan Investasi (%)
01 Jan 20161.500.000760,851.971,47931.971,47931.500.0001.500.000,000,000,00
01 Feb 2016450.000797,76564,07942.535,55871.950.0002.022.767,3072.767,303,73
01 Mar 2016450.000826,44544,50413.080,06282.400.0002.545.487,12145.487,126,06
01 Apr 2016450.000877,32512,92573.592,98862.850.0003.152.200,72302.200,7210,60
01 Mei 2016450.000916,11491,20744.084,19593.300.0003.741.572,75441.572,7513,38
01 Jun 2016450.000913,61492,55154.576,74753.750.0004.181.362,26431.362,2611,50
01 Jul 2016450.000943,16477,11955.053,86694.200.0004.766.605,14566.605,1413,49
01 Agt 2016450.0001.043,06431,42295.485,28994.650.0005.721.486,451.071.486,4523,04
01 Sep 2016450.0001.036,85434,00735.919,29715.100.0006.137.417,321.037.417,3220,34
01 Okt 2016450.0001.042,14431,80466.351,10185.550.0006.618.724,481.068.724,4819,26
01 Nov 2016450.0001.101,53408,52316.759,62486.000.0007.445.922,761.445.922,7624,10
01 Des 2016450.0001.089,58413,00397.172,62876.450.0007.815.138,491.365.138,4921,16
01 Jan 2017450.0001.097,18410,14247.582,77116.900.0008.319.664,811.419.664,8120,57
01 Feb 2017450.0001.118,71402,24877.985,01987.350.0008.932.929,451.582.929,4521,54
01 Mar 2017450.0001.115,91403,25918.388,27887.800.0009.360.547,441.560.547,4420,01
01 Apr 2017450.0001.209,98371,90678.760,18558.250.00010.599.658,002.349.658,0028,48
01 Mei 2017450.0001.220,65368,65549.128,84098.700.00011.143.137,942.443.137,9428,08
01 Jun 2017450.0001.199,32375,21179.504,05269.150.00011.398.428,892.248.428,8924,57
01 Jul 2017450.0001.194,17376,83209.880,88469.600.00011.799.416,492.199.416,4922,91
01 Agt 2017450.0001.221,10368,521110.249,405710.050.00012.515.518,592.465.518,5924,53
01 Sep 2017450.0001.226,68366,845010.616,250810.500.00013.022.700,032.522.700,0324,03
01 Okt 2017450.0001.236,46363,942210.980,193010.950.00013.576.569,432.626.569,4323,99
01 Nov 2017450.0001.286,69349,734911.329,927911.400.00014.578.093,543.178.093,5427,88
01 Des 2017450.0001.293,13347,993411.677,921211.850.00015.101.046,953.251.046,9527,43
01 Jan 2018450.0001.327,73338,925112.016,846312.300.00015.955.091,343.655.091,3429,72
01 Feb 2018450.0001.509,24298,164312.315,010612.750.00018.586.245,095.836.245,0945,77
01 Mar 2018450.0001.578,31285,116012.600,126613.200.00019.886.842,876.686.842,8750,66
01 Apr 2018450.0001.499,26300,148912.900,275513.650.00019.340.815,465.690.815,4641,69
01 Mei 2018450.0001.542,98291,643813.191,919314.100.00020.354.841,316.254.841,3144,36
01 Jun 2018450.0001.583,23284,230013.476,149314.550.00021.335.776,496.785.776,4946,64
01 Jul 2018450.0001.591,94282,674913.758,824215.000.00021.903.153,756.903.153,7546,02
01 Agt 2018450.0001.629,88276,094614.034,918815.450.00022.875.177,297.425.177,2948,06
01 Sep 2018450.0001.545,42291,183914.326,102715.900.00022.139.774,026.239.774,0239,24
01 Okt 2018450.0001.530,50294,021614.620,124316.350.00022.376.100,206.026.100,2036,86
01 Nov 2018450.0001.475,35305,013014.925,137316.800.00022.019.756,485.219.756,4831,07
01 Des 2018450.0001.440,81312,324815.237,462017.250.00021.954.257,174.704.257,1727,27
01 Jan 2019450.0001.490,79301,853615.539,315617.700.00023.165.840,765.465.840,7630,88
Nah dari data di atas, sebenarnya kita bisa berhenti di tanggal 1 Desember 2017, atau 23 bulan sejak investasi karena dana yang sudah terkumpul adalah Rp. 15.101.046,95 hasil dari total investasi sebasar Rp. 11.850.000 dan tambahan keuntungan investasi sebesar Rp.  3.251.046,95. Namun jika kita konsesisten sampai 3 tahun, maka hasil yang terkumpul Rp. 23.165.840,76. Lumayan sisanya buat beli cilok rebus, panggang, dan goreng atau beli motor second.

Demikian sharing dari saya, kenapa saya tidak mau beli barang secara kredit. Untuk kendaraan yang nilainya  nyusut tiap tahun, saya sebenarnya lebih memilih motor bekas yang harganya lebih murah, tapi masih berfungsi dengan baik. Sekali lagi ini adalah pandangan pribadi anda boleh tidak sepaham dengan saya.


Read more...

Follow by Email